Selasa, 25 Maret 2014

Client Server

  Sistem Terdistribusi adalah Sekumpulan komputer otonom yang terhubung
ke suatu jaringan, dimana bagi pengguna sistem terlihat sebagai satu komputer.\

     A.   Client-Server


Client: proses untuk mengakses data, menggunakan sesumber atau melakukan operasi pada komputer yang berbeda
Server: proses yang mengatur data dan semua sesumber yang di share di antara server dan client, memungkinkan client mengakses sesumber dan melakukan komputasi
Interaction: pasangan pesan pemanggilan (invocation) / hasil (result)
Contoh :
http server: client (browser) meminta dokumen, server mengirimkan dokumen yang diminta.
Caching of services (proxy servers).
– caching terhadap halaman web yang sering digunakan.
Peer processes (not client-server).
proses-proses yang secara fungsional identik.
Sistem client-server mempunyai satu atau lebih proses client dan satu atau lebih proses server, dan sebuah proses client dapat mengirim query ke sembarang proses server. Client bertanggung jawab pada antar muka untuk user, sedangkan server mengatur data dan mengeksekusi transaksi. Sehingga suatu proses client berjalan pada sebuah personal computer dan mengirim query ke sebuah server yang berjalan pada mainframe.
Arsitektur ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan. Pertama, implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungsi yang baik dan karena server tersentralisasi. Kedua, mesin server yang mahal utilisasinya tidak terpengaruh pada interaksi pemakai, meskipun mesin client tidak mahal. Ketiga, pemakai dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis sehingga pemakai lebih mudah dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendly. perlu diingat batasan antara client dan server dan untuk menjaga komunikasi antara keduanya yang berorientasi himpunan. Khususnya membuka kursor dan mengambil tupel pada satu waktu membangkitkan beberapa pesan dan dapat diabaikan.
    B.   Model Multiple Server


Service disediakan oleh beberapa server
Contoh : sebagian besar layanan web komersial diterapkan melalui server fisik yang berbeda
Motivasi :
- Untuk kerja (contoh : cnn.com, download server, dll)
- kehandalan
Server menggunakan replikasi atau database terdistribusi

     C.   Model Proxy Server


Proxy server membuat duplikasi beberapa server yang diakses oleh client
Biasanya digunakan pada search engine
Contoh :
Searching satu topik namun dilakukan dua kali maka searching terakhir memiliki waktu yang lebih kecil
Caching:
Penyimpanan lokal untuk item yang sering diakses
Meningkatkan kinerja
Mengurangi beban pada server
Proxy server menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang di atur oleh server lain. Biasa nya proxy server di pakai untuk menyimpan hasil copy web resources. Ketika client melakukan request ke server, hal yang pertama dilakukan adalah memeriksa proxy server apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy server. Proxy server dapat diletakkan pada setiap client atau dapat di pakai bersama oleh beberapa client. Tujuannya adalah meningkatkan performance dan availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.

D. Model Peer to Peer



Peer processes
menjaga konsistensi sesumber sinkronisasi aksi.
contoh: Whiteboard
menggunakan central server
menggunakan peer processes

Bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server. Sebuah arsitektur di mana tidak terdapat mesin khusus yang melayani suatu pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam jaringan dan semua kewajiban dibagi rata ke seluruh mesin, yang dikenal sebagai peer. Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan. Peer-to-peer merupakan model yang paling general dan fleksible.

Referensi :
http://www.scribd.com/doc/75735953/Kolaborasi-Arsitektur-Client

Link Kelompok :

0 komentar:

Posting Komentar